Beri Pengarahan Kepada Satgas Yonif Raider 408/Sbh, Ini Pesan kasdam IV/Diponegoro

Beri Pengarahan Kepada Satgas Yonif Raider 408/Sbh, Ini Pesan kasdam IV/Diponegoro

Jumat, 21 September 2018 15:07 WIB Publikasi Penrem074/Wrt

Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Bakti Agus Fajari memberikan pengarahan kepada Prajurit Yonif Raider 408/Sbh yang akan melaksanakan tugas operasi perbatasan (Pamtas) RI-RDTL di wilayah Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/9/2018). Tampak hadir pada kegiatan tersebut Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Widi Prasetijono, para Asisten Kasdam IV/Diponegoro dan para Kabalak Dam IV/Diponegoro.

Di awal pengarahannya, Kasdam mengucapkan terimakasih kepada Danyonif Raider 408/Sbh Mayor Inf Joni Eko Prasetyo yang telah mempersiapkan Satgas Pamtas ini dengan baik. Hal tersebut terlihat dari semangat dan senyum prajurit yang menunjukkan optimisme tinggi.

Kasdam menyampaikan bahwa Tugas Operasi adalah perintah kedinasan tertinggi, kebanggaan dan kehormatan bagi Prajurit. Namun tidak semua prajurit mempunyai kesempatan dan mendapatkan penghargaan untuk melaksanakan tugas operasi dikarenakan proses tahapan seleksi banyak kriteria dimulai dari kinerja, kepribadian, disiplin dan kesehatan yang prima.

Tugas pengamanan perbatasan di wilayah perbatasan merupakan beranda depan NKRI yang bernilai Strategis bagi kedaulatan Negara. Untuk itu tunjukkan kebanggaan tersebut dengan profesional, keberhasilan dan prestasi.

Beliau juga mengimbau agar Satgas Yonif Raider 408/Sbh mampu mengaplikasikan apa yang telah dilatihkan dalam pratugas dapat dilaksanakan di daerah operasi nanti, tentunya dengan tetap mempertimbangkan situasi dan kondisi nyata disana. Berbagai pengalaman tugas yang pernah dilaksanakan satuan ini dapat dijadikan referensi, sehingga dalam aplikasi tugas yang sebenarnya, kalian akan dapat menentukan langkah yang paling tepat guna mendukung suksesnya tugas di daerah operasi, ujar Kasdam IV/Diponegoro.

Lebih lanjut Brigjen TNI Bakti Agus Fajari meminta kepada anggota untuk tidak melanggar tata tertib prajurit TNI. Dan tidak berbuat yang berakibat menyakiti hati rakyat. Kalian harus dapat menampilkan sosok prajurit Diponegoro yang dapat dijadikan panutan, mencintai dan dicintai rakyat.

“Kalian jangan pernah berbuat pelanggaran atau menyakiti mereka sekecil apapun, yang nantinya dapat menggangu tugas pokok kalian di perbatasan. Untuk itu semua harus saling menjaga, peduli dan saling mengingatkan. Kedisiplinan harus senantiasa kalian lakukan, baik itu disiplin yang bersifat pribadi, satuan maupun Negara,” tukasnya.

Mengakhiri pengarahannya, Kasdam mengajak kepada seluruh prajurit untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa di medan tugas nantinya. “Kepada anggota yang belum diberikan kesempatan untuk ikut melaksanakan penugasan, bantu rekan-rekanmu, jaga satuan ini dengan baik, Laksanakan tugas tanggung jawab sebagai korum dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab, Bantu rekan-rekanmu dengan do’a, laksanakan kegiatan agama secara rutin, do’akan rekanmu dan satuanmu selamat, aman dan sukses selama melaksanakan tugas operasi.” pungkas Brigjen TNI Bakti Agus Fajari.

 

Komando Resort Militer 074/Warastratama, disingkat Korem 074/WRT, adalah Komando Teritorial bawah Kodam IV/Diponegoro. dibentuk 25 April 1965. Wilayah yang berada di bawah kendali Korem 074/Warastratama adalah kota-kota eks Karesidenan Surakarta (Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, Wonogiri dan Boyolali). Korem ini bermarkas di Surakarta.

Artikel Terkait

Berikan Tanggapan Anda